3.11

3672 Kata

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Gimana kabar?” Tiga orang lainnya—Dava, Andi, dan Deril—sama-sama menoleh pada sang penanya, Agas, yang kini menaruh pop mie cupnya di samping paha. “Ng...” Deril mengerjap. “Telat gak, sih, elo nanyanya sedangkan kita udah setengah jam lebih disini, udah ngisi perut, udah cekcok juga?” Andi terkekeh. Dava mengangguk. “t***l, lu, Gas.” “Hadeh, masih mending gue yang paling normal di antara lo-lo pada. Namanya gak lama ketemu, tuh, harusnya emang nanyain kabar!” “Sabar, sabar,” Dava menaik turunkan telapak tangannya, memberikan gestur tenang dan stay calm. “Kalau kita ada disini sekarang, kayaknya udah jelas kita semua baik-baik aja.” “Physica

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN