3.22

3448 Kata

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Hari itu, setelah Deril dan Shara makan bersama dengan hasil tangan Shara berupa nasi goreng yang rasanya udah gak perlu ditanya, Shara bertanya kepada tunangannya, apa Deril akan langsung pulang atau bagaimana, Ternyata, cowok itu bilang ia tidak akan pulang ke rumah jika orang tua Shara belum kembali. “Loh, kalau Papa sama Mamaku pulangnya malem gimana? Ini masih jam setengah enam, loh, Ril.” Tapi Deril mengangguka-ngguk santai. “Gak papa, malah seneng dong aku kalau harus nungguin lama. Soalnya lagi sama kamu ini.” Ternyata oh ternyata, laki-laki itu memiliki maksud lain. Dia berkeinginan untuk membicarakan pernikahan yang sudah ia dan Shara ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN