* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Saudara Deril Ardito Zain, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Shara Fressia dengan maskawinnya berupa 305 lot saham PT Merdeka Goal Tbk.” Di tengah degup jantungnya yang berdetak lebih cepat, Deril mengambil nafas dalam. Tangannya yang digenggam oleh calon mertuaya itu membuat ia semakin grogi saja. Deril tentu sudah hafalan sejak satu bulan yang lalu, tapientah kenapa, mungkin memang normal untuk merasakan panik dan takut melakukan kesalahan saat hari H. Ia membalas tatapan Dani, lalu dengan satu tarikan nafas, ia mengucap kabul. “Saya terima nikahnya dan kawinnya Shara Fressia binti Dani Hermawan dengan maskawin

