Nando menutup pintu mobil. Memasang sabuk pengaman kemudian melajukan mobilnya. Hatinya merasa sangat gelisah. Dia berharap informasi yang dia dapatkan dari Nindi adalah suatu kekeliruan. Meski kemungkinan itu sangat kecil, mengingat bagaimana terpukulnya ibunya. Ibu yang biasanya tersenyum bahagia, terdengar sangat sedih saat ditelpon tadi. Bahkan untuk berbicara saja, ibunya kesulitan. Nando masih berada di dekat kampus ketika ponselnya kembali berdering. Nando meraih ponselnya yang dia simpan di saku celana. Melihat ada nama Nindi di layar ponsel, Nando menepikan mobil. Adiknya memberitahu agar Nando tidak melewati jalan yang biasa dia lalui. Menurut informasi, di jalan utama itu lah akan berkumpul orang-orang dari Suku Bugis. Karena tak ingin Nando menjadi korban penyerangan, dia di

