“Ada apa ini?!”teriak Mia di dalam pikirannya.
“Siapa namanya Leon?” tanya Eren menghampiri Mia dan menyodorkan lengannya, Leon melirik ke arah Mia dan menatapya tajam Mia yang seolah olah mengerti akan isyarat yang di lontarkan oleh Leon membisikan namanya
“Mia, Mia Livail.” Jawab Leon dan tersenyum ke arah Mia, Mia membalas jabat tangan Eren dan memperkenalkan dirinya dengan gugup dan tentunya terpaksa
“Oh, apakah kau sudah lama berhubungan dengan anaku?” tanya Eren dan membuat Mia terdiam kaku.”I-iitu ka-kami...” Jawab Mia yang tak tahu harus menjawab apa
“Sudahlah pah, biarkan kami memiliki untuk waktu berdua.” Ketus Leon yang membuat Eren tersenyum dan mempersilahkan mereka lalu meninggalkan mereka berdua, kemudian suasana itu kembali normal dengan orang orang yang sibuk akan dunianya sendiri
Leon dengan kasar menarik Mia kasar agar duduk di kursi yang berada di sampingnya. “Apa motifmu merencanakan ini? Tunggu dulu, bukankah kau waku itu orang yang pernah salah masuk ke ruanganku?” tanya Leon tiba tiba yang membuat Mia mengangguk polos, Mia berusaha mengontrol rasa mabuknya yang terus menyerangnya.
“Tidak ada, sebenarnya aku tidak berniat untuk membuat kesalahpahaman seperi ini bersama bos, aku hanya ingin menemui pacarku dan memergokinya selingkuh hanya itu saja, ya tentu saja aku adalah karyawan di tempat bekerjamu.” Jawab Mia setenang mungkin walaupun rasa pusing semakin menjalar di kepalanya
“Lalu kau kenapa tiba tiba mengotori jas dan menciumku hah?! Kau memang bodoh semenjak kita bertemu!” ucap Leon, Mia berusaha menjawab dengan membela dirinya dengan memikirkan besar kemungkinan untuk menghindari berdebat dengan bos besarnya yang terkanal akan kerrujitannya. “Itu karena efek mabuk, aku mengira jika minuman yang di suguhkan di sini adalah teh tapi ternyata itu anggur dan karena itu pandanganku pudar dan menangkap sosok bos sebagai sosok yang sangat mirip dengan pacarku.” Jawab Mia jujur namun nampaknya Leon tak percaya
Leon mengambil segelas wine yang di sodorkan oleh pelayan.“Aku tak peduli apa yang kau katakan, aku hanya ingin kau mempertanggung jawabkan apa yang sudah kau perbuat dan jika menolak akibatnya akan sangat fatal untukmu.” Ketus Leon sambil menggoyangkan gelas anggurnya
“Baiklah aku akan bertanggung jawab dan mengatakan ke semua orang jika tadi itu adalah kesalahpahaman dan maka dari itu masalah di antara kita selesai.” Jawab Mia dan hendak berdiri namun dengan cepat Leon menahan lengannya kuat
“Ah wanita ini...” gumam Leon dan menarik pergelangan tangan Mia kasar sehingga ia kembali terduduk
“Bodoh! bukan itu maksudku, Karena semua orang sudah terlanjur tahu ditambah lagi media berita pasti akan meliputku dan menjadikanku trending topik maka, kau harus berpura pura menjadi pasanganku, di hadapan umum dan di hadapan keluargaku khususnya si tua bangka Eren dan ibuku, karena mereka terus saja berusaha menjodohkanku.” Jawab Leon dan membuat Mia menolak spontan
“Tidak tidak, maaf bos tapi aku tidak bisa melakukan itu aku sudah memiliki ikatan hubungan dengan Reynold, tidak mungkin kan jika aku menjalin hubungan di dalam hubungan? Tidak mungkin.” Tolak Mia dan membuat Leon menarik dagu Mia cepat
“Jika kau menolak kau akan di pecat dan aku akan membuatmu untuk tidak bisa kerja di manapun itu ! dan akan kupastikan kau menjadi gelandangan seumur hidup!” ancam Leon, Mia menepis lengan Leon dan menatap Leon seolah olah meremehkan
“Kau tidak bisa melakukannya bos.” Ketus Mia dan membuat Leon tersenyum miring
“Aku memilki uang, orang akan tunduk dengan uang dan aku bisa dengan mudahnya mengendalikan kehidupanmu, Dan satu lagi, Jika kau menolak ini maka aku akan memberhentikan pacarmu yang sedang di London itu dan aku tidak menjamin jika Reynold bisa kembali pulang dengan selamat.” Ketus Leon yang membuat Mia berpikir dua kali, bagaimanapun juga sebelum kepergian Reynold ke London, Reynold mengatakan kepada Mia kalau hal ini adalah cita cita yang sangat diinginkan oleh Reynold yaitu pergi ke London, dan jika Mia menolak maka, cita cita yang selama ini Reynold impikan akan musnah hanya gara gara dirinya.
“Baiklah aku setuju tapi ini demi Reynold dan oh iya perjanjian tidak akan sah jika tidak ada bukti yang mengikat, maka dari itu perjanjian ini tidak berguna.” Ketus Mia meremehkan Leon yang membuat Leon terkekeh dengan nada yang menyeramkan
“ 5 menit lagi, dokumen kontrak kita akan segera tiba.” Jawab Leon yang membuat Mia terdiam.
Reynold Zoe, adalah seorang pria berdarah Amerika-Jerman yang bermarga Zoe yang memiliki rambut pirang dan mata hijaunya yang sangat memesona, pria yang menjalin hubungan dengan Mia. Mia dan Reynold pertama kali bertemu ketika di sebuah kafe di pinggir jalanan kota New York di mana saat itu Mia yang sedang kerja sambilan tak sengaja bertemu dengan Reynold yang tak sengaja menumpahkan minuman ke lantai dan membuat Mia membersihkan kekacauan yang ia buat dan di saat itu, mereka saling membantu satu sama lain dan berkenalan hingga akhirnya keduanya akrab. Dan secara kebetulan Reynold bekerja satu tempat dengan Mia yaitu di Kennedy Future namun dengan divisi yang lebih tinggi di banding Mia yang hanya masuk di divisi laporan.
Karena Mia merupakan anak yang hidup di bawah kemiskinan yang harus tinggal bersama neneknya karena kedua orang tuanya sudah meninggal, sering kali di pandang rendah oleh rekan rekan kerjanya bahkan tidak ada yang mau menemaninya karena status sosialnya yang rendah. Namun tidak bagi Reynold pria berdarah Amerika-Jerman itu selalu menerima Mia apa adanya dan tak peduli dengan perkataan orang orang yang selalu mencibir Mia, hingga akhirnya Mia dan Reynold menjalin hubungan selama 6 bulan sebelum akhirnya ia di pindah tugaskan ke London karena perintah atasannya yaitu Leon.
“Kenapa kau tempatkan Reynlod di London?” ketus Mia yang membuat Leon meneguk habis anggur miliknya. “Kau bertanya padaku?” tanya Leon dan membuat Mia mengangguk
“Apa pantas jika seorang bawahan bertanya kepada atasannya dengan menggunakan kata ‘kau’?” tanya Leon yang membuat Mia tersenyum polos
“Kau hanya boleh memanggilku ‘kau’ atau bahkan namaku jika di hadapan umum dan di hadapan kedua orang tuaku jika hanya berdua maka gunakanlah perkataan yang pantas layaknya bawahan kepada atasannya.” Oceh Leon yang hanya di jawab oleh gerakan bola mata Mia yang memutar
Lalu tak lama dari itu, ada seorang pria yang membawa sebuah dokumen di tangannya yang berjalan menuju ke arah Leon, Leon menyuruhnya untuk meletakan dokumen itu di meja dan menyuruhnya menunggu
“Tanda tangani ini sekarang, ingat kontrak ini hanya berjalan 5 bulan, jika kontrak sudah selesai anggap saja semua masalah yang pernah kita lalui itu hanyalah dongeng semata.” Leon membuka dokumen dan menyodorkan balpoin hitam kepada Mia, dengan ragu Mia mengambilnya, Mia hendak menggoreskan tinta hitam di atas secarik kertas yang kelak akan mengubah hidupnya itu, namun niatnya itu terkurung dan Mia kembali menegakan bahunya dan menatap Leon yakin
“Apa kau tidak malu jika orang orang melihatku menandatangi kontrak seperti ini? Apalagi di tempat seperti ini huh?!” tanya Mia yang membuat Leon mengangkat kedua bahunya
“Kalau kau tidak mau tidak apa, aku bisa memalsukan tanda tanganmu.” Jawab Leon yang membuat Mia tak habis pikir
“Polisi akan memenjarakanmu!” ancam Mia, Leon hanya menatap Mia dingin. “Aku punya jabatan dan uang, aku bisa melakukan apa saja.” Jawab Leon sarkatik yang membuat Mia berdecak sebal
“Hey, jika kau mempunyai uang lalu kenapa kau menyuruhku untuk menjadi pacar palsumu hah?! Seharusnya jika kau mempunyai uang, maka suruhlah orang lain untuk menjadi pacar palsumu bukannya aku yang jelas jelas sudah menjalin hubungan hah?! Dengan ini aku menyatakan TIDAK SETUJU!” Ucap Mia dengan nada yang tinggi amarahnya tak sudah bisa di bendung lagi, laki laki di hadapannya yang notabennya sebagai bos nya itu benar benar membuatnya jengkel dan tak habis pikir, pantas saja para mantan sekretaris yang bekerja di Kennedy Future sering kali mengundurkan diri dengan alasan yang sama.
Akhirnya Mia bangkit dan menaruh balpoin tersebut ke atas meja dengan kasar, menatap Leon nyalang sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan Leon.
•••
“hah.....” Mia menarik nafas ketika dirinya menatap langit langit kamar yang sudah berwarna kusam, ia beberapa kali mengganti posisi tidur, namun kejadian tadi terus terputar di dalam pikirannya secara terus menerus dimana ia salah mencium orang dan membuat ia masuk ke dalam perangkap yang ia buat sendiri dan itu sangatlah bodoh
“ahhh.. si Ziafli bodoh itu dia berbohong kepadaku lagi sehingga aku harus bertanggung jawab atas kecerobohanku ini ahhh...” ucap Mia frustasi dan mengacak rambutnya kasar serta menindih kepalanya menggunakan kepalanya
Setelah Mia melenggang pergi meninggalkan Leon, ia langsung mengajak Ziafli untuk pulang dan meminta kepada Ziafli agar ia berjanji untuk tidak memberi tahu apa yang baru saja terjadi kepada Reynold, Ziafli menyetujuinya dan Ziafli lupa mengatakan bahwa kabar jika Reynold akan berselingkuh adalah hoax karena Reynold yang di maksud bukan Reynold pacar Mia tetapi Pacar dari seorang Mahasiswa yang mengambil jurusan Ilmu Hukum di kampusnya yang membuat Mia kesal,senang, menyesal, dan kecewa sekaligus kepada Ziafli secara bersamaan
“Jika saja aku tidak mempercayai kepercayaannya, mungkin sekarang kau sedang bermimpi dan tidak perlu memikirkan bos sialan itu! Dan juga kenapa kau bisa mabuk seperti itu Mia, kenapa? Kenapa kau tidak bertanya terlebih dahulu, kenapa Mia kenapa?” tanya Mia kepada dirinya sendiri sebelum akhirnya rasa pusing karena efek alkohol menarik Mia untuk hanyut ke alam bawah sadar.
Sementara itu di tempat lain, Leon sedang terdiam di kursi yang sama dan meja yang sama persis ketika Leon pertama kali menarik Mia untuk duduk di kursi yang berada tepat di sebelahnya, dengan sebuah gelas yang selalu terisi wine di tangannya itu Leon beberapa kali mengacak rambutnya kasar mengingat bagaimana hal yang ia lalui selama seumur hidupnya ini yaitu ada seorang wanita asing mencium Leon secara lantang dan membawa Leon untuk tenggelam di dalam masalah rumit dengan seorang pacar dari bawahan kepercayaannya yaitu Reynold Zoe.
“s**t!” umpat Leon sebelum akhirnya ia menghabiskan wine di gelasnya dengan satu kali tegukan dan meninggalkan acara pesta yang masih berlangsung secara meriah.