Ada fase dalam hidup ketika perubahan tidak lagi terasa seperti badai—melainkan seperti pasang surut yang sudah dikenali tubuh. Violet menyadarinya bukan dari kejadian besar, melainkan dari hal-hal kecil yang dulu membuatnya tegang, kini hanya membuatnya berhenti sebentar lalu bernapas. Pagi itu, misalnya, ia bangun tanpa alarm. Cahaya matahari masuk dari sela tirai, jatuh tepat di lantai kayu yang mulai pudar warnanya. Rumah masih sunyi. Nadine belum bangun. Anak-anak masih terlelap. Tidak ada desakan untuk segera bergerak. Violet duduk di tepi tempat tidur, merasakan tubuhnya sendiri—lelah, tapi tidak hancur. Penuh, tapi tidak sesak. Ia ke dapur, menyeduh kopi, lalu duduk di kursi dekat jendela. Dari sana, ia bisa melihat halaman yang dibiarkannya tumbuh tidak beraturan. Tanaman-tana

