Nayaka semakin merasa sakit saat mengingat Nastiti yang dulu mati-matian mencintainya kini malah tak ingin melihatnya lagi. Ada apa dengan Nastiti? Atau mungkin memang saatnya ia tak lagi berharap banyak pada wanita yang baru ia sadari perlahan tapi pasti semakin lekat dalam ingatannya. Yang tidak dimengerti Nayaka mengapa Nastiti bisa hadir bersama Anwar dan entah siapa wanita yang ada di dekatnya. Apakah mereka datang bersama ataukan sendiri-sendiri? Ia ingin tahu, Anwar akan ia panggil, ia yakin Anwar akan berkata jujur. *** "Rasanya aku tak bisa tinggal di rumah besar itu Mbak Dyah, terlalu banyak kenangan menyakitkan, kamar kami berdua, lalu kenangan tentang ibu Lestari, entahlah." "Cobalah kau terima Dik, ini untuk kebaikan bayimu, anakmu, aku yakin ibu mertuamu memikirk

