Chapter 21

1977 Kata

"Persetan dengan keinginan Mas! Aku tak ingin melihat Mas lagi! Tak ada yang bisa diperbaiki lagi dari kita, semua telah rusak dan yang merusak Mas sendiri, pergiii! Pergiiii!" Nayaka menghindar dari amukan Nastiti, ia berusaha melindungi kepalanya dari lemparan barang-barang yang dilempar Nastiti. Dyah yang kebetulan hari itu tidak enak badan dan tokonya tertutup rapat, segera berlari dari dalam rumah saat mendengar suara barang-barang yang berhamburan. Para tetangga segera berlarian, menenangkan Nastiti dan menyarankan Nayaka segera pergi. "Ooooh itu suaminya, ganteng sih, tapi ya ogah kalo ternyata hanya bikin hidup sengsara." Beberapa bisikan sempat terdengar dari beberapa tetangga yang ikut menenangkan Nastiti. "Sabar Mbak, sabaaa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN