Telunjuk Khafi merapikan anak rambut Arisha yang sedikit berantakan. Dia terdiam lama saat menyadari ada sederet poni yang menutupi kening istrinya. Setelah benar-benar rapi, dia mulai mengagumi kecantikan Arisha yang tidak mengenakan hijab. Beruntung sekali hanya dia pria asing yang boleh menatap keindahan itu. Harus Khafi akui, Arisha memang sangat cantik. Bahkan saat gadis itu tidak mengenakan make up apa pun di wajahnya. Arisha dianugerahi kulit yang putih dan bersih. Khafi mengusap sisi wajah Arisha sambil tersenyum. Dia bisa melihat semburat merah yang mulai merambat ke seluruh pipi sang gadis. “Kenapa kamu mempunyai poni?” “Apakah aku terlihat aneh karena poni ini?”Arisha merapikan poninya dengan wajah ditekuk. “Aku selalu dijuluki kening lapangan sejak kecil, jadi aku menggunaka

