Bab 51: Sarapan Bersama

1557 Kata

“Sudah siap?” tanya Khafi saat melihat Arisha selesai memakai jilbabnya. Hari ini, sang istri mengenakan baju bernuansa oranye. “Sudah. Kita pergi sekarang?” Khafi mengulurkan tangan. Arisha memandangi tangan itu dengan perasaan campur aduk. Apa sentuhan kecil ini hanya formalitas. Arisha mengingat kejadian tadi malam. Setelah kedatangan ‘tamu tak diundang’, dia dan Khafi kembali canggung. Pada akhirnya mereka bertukar cerita, lalu beristirahat lebih awal karena sangat lelah. Lagi pula, Khafi juga tidak melakukan apa-apa setelah itu. Jadi, Arisha hanya bisa mengikuti alur yang dibuat oleh sang suami. Tidak mungkin dia maju duluan, bukan.? Dia hanya seorang gadis yang tidak mengerti apa-apa. Bagaimana kalau dia melakukan kesalahan dan membuat Khafi memiliki kesan buruk padanya? “Kenapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN