“Aku enggak nyangka kalau nyiapin pernikahan itu bisa secapek ini,” ujar Arisha. Dia menyandarkan tubuh ke sofa sambil meluruskan kaki. “Capek banget, Sha. Sumpah! Kayaknya aku enggak pengin pesta pernikahan. Ijab kabul saja. Sudah. Enggak perlu pakai pesta. Bikin capek.” “Tapi seru, kan? Ini pengalaman yang paling menyenangkan.” “Karena ini pernikahan kamu. Lagian, kenapa enggak diserahin sama pihak WO saja, sih?” “Kata Ibu nanti aku nyesal kalau enggak lihat sendiri. Ada benarnya juga. Sejujurnya, aku selalu dengar pertimbangan Ayah Ibu. Kalaupun mereka yang nyiapin semua ini, aku enggak masalah. Lagian aku sudah terbiasa, kan?” “Ini yang aku enggak suka dari kamu. Kamu terlalu tergantung sama orang tuamu. Anak memang harus nuruti orang tua, tapi dalam beberapa hal kamu harus punya

