“Ini enggak terlalu berlebihan, kan?” tanya Arisha sekali lagi. Dia ingin meyakinkan diri bahwa gamis yang dikenakan untuk foto tidak mencolok. “Berapa kali aku harus bilang. Ini cantik banget. Kamu juga sudah milih sampai berjam-jam. Kenapa sekarang jadi enggak yakin lagi?” “Aku cuma ngerasa kurang nyaman saja. Apa ini pantas buat aku?” “Sudahlah, Sha. Semua orang sudah menunggu. Kamu juga enggak bakal bisa tukar baju sekarang. Kalau kamu enggak keluar, mereka bisa protes.” Arisha memandangi bayangannya di cermin seakan tidak mendengarkan perkataan Nadhifa. Dia berputar beberapa kali, lalu merapikan jilbab segi empat yang ditata sedemikian rupa agar lebih indah. Gadis itu menghela napas saat memperhatikan riasannya. Ini pertama kali dia dirias oleh orang lain dan hasilnya sangat menak

