"Periksa, semua." Faris berucap dingin pada beberapa perawat yang mendorong brankar Ray menuju UGD. "Dia, Raysa Samudera kan?" "Iya, itu kakaknya!" "Astaga, ada berita apa nih?!" Beberapa orang mengarahkan ponselnya pada Faris yang ikut mendorong brankar Ray. Buk! Vano dengan santainya menendang ponsel yang dipegang oleh dua gadis berseragam sekolah SMA 45 Samudera itu. Dua gadis itu langsung bergidik takut lalu pergi setelah memungut ponselnya. "Mana dokter perempuan!?" teriak Faris menatap dokter lelaki yang kemarin menangani Azka. "Oke! Oke! Akan kami---" "Cepat!" teriak Faris menahan air mata hingga saat Jonathan datang, Faris menoleh menjatuhkan wajahnya pada bahu tegap sang ayah. "Ica, bakal baik- baik aja kan. Yah?" pelan Faris membuat Jonathan diam membisu menatap puterin

