Suasana tegang begitu kental terasa di ruangan ini. Sesekali Indria melirik ke arah Aditya yang duduk seraya tampak menahan rasa sakit akibat pukulan-pukulan yang diterimanya. Dia iba melihat kondisi Aditya yang tak berdaya. Sementara itu tatapan tajam dilayangkan Pak Suardika pada putri bungsunya. Entah kenapa ada kekecewa yang beliau rasakan. Ya sebuah rasa kecewa bercampur marah karena ketidakjujuran sang anak dan memilih menyembunyikan masalah serumit ini dari pihak keluarga. "Pembelaan seperti apa yang ingin kamu katakan pada Ayah sekarang, Indria?" tanya Pak Suardika tak mau berbasa-basi. Beliau butuh jawaban secepatnya untuk menarik kesimpulan. Tubuh Indria berkeringatan karena rasa takut akan pertanyaan sang ayah. Dia menundukkan kepala dan belum menjawab. "Jawab Indria!" perint

