Aditya kian tertohok dengan pernyataan Indria. Hatinya sakit dan bak tertusuk ribuan jarum. Dia ingin berteriak serta memaki dirinya atas apa yang terjadi pada Indria. Tanpa terasa air mata Aditya menetes, larut dalam penyesalan yang tiada tara. Pak Suardika memeluk Indria yang menangis. Beliau sadar ucapannya tadi keterlaluan. "Maafkan Ayah, Nak. Ayah hanya syok mengetahui kebenaran ini." Beliau mengelus lembut punggung putrinya. Indria menangis dalam pelukan sang ayah. Luka lama yang dia simpan seketika menyeruak dan menyayat hatinya. "Maafin aku yang belum bisa menjadi anak yang membanggakan untuk Ayah dan Ibu. Aku hanya dapat mengecewakan. Maaf karena aku tidak bisa menjaga diri dengan baik," ucap wanita itu sambil terisak. Bugh! Bugh! Dua pukulan keras dilesatkan Artawan pada bag

