62

621 Kata

Dengan sekali hentakan dekapan Aditya mampu dilepaskan oleh Indria. Dia lalu membalikkan badan agar mereka berdua dapat saling menghadap. Hati wanita itu sedikit mencelos tatkala melihat mata Aditya yang masih berkaca-kaca dan sarat akan penyesalan. Dia tak pernah menduga jika pria berengsek sekelas Aditya bisa terlihat begitu lemah di hadapannya. Tatapan mereka berdua pun bertemu. Memandang dalam diam, tak ada yang berniat memulai percakapan. Namun akhirnya, Indria memilih untuk buka suara dan memberi respon. "Kenyamanan seperti apa yang kamu peroleh dalam pelukanku? Apakah ketika memelukku kamu juga dapat merasakan luka yang menganga di hatiku? Jangan berharap sebuah kenyamanan pada seseorang yang telah kamu sakiti agar kelak tidak tercipta luka baru di antara kita berdua." "Sesering

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN