Indria terlihat tenang. Ia sangat tahu jika Raka pasti akan memberikan reaksi yang negatif. Tapi, dia benar-benar bertekad untuk berpisah dan mengakhiri pernikahan mereka. "Aku lelah Raka. Ya aku sungguh-sungguh merasa lelah. Aku ingin menenangkan diri bahkan jika mampu aku juga berkeinginan untuk terbebas dari semua ini, segera. Memulai lembaran dan kehidupan yang baru. Aku memang egois. Maafkan aku, Raka." Terbesit rasa bersalah dalam setiap kalimat-kalimat yang dia ucapkan. Raka menghela napas gusar beberapa kali lalu mengembuskannya secara kasar. "Kalau aku tidak berniat bercerai denganmu. Bagaimana Indria? Aku bahkan belum memperjuangkanmu tapi kamu sudah ingin pergi dari sisiku begitu saja," gumamnya, ada luka dalam ucapan pria itu. "Kamu tidak perlu berjuang Raka. Aku bukan wanit

