Pagi harinya tiga orang itu telah siap untuk meninggalkan desa tersebut. Tak banyak hal yang bisa dibawa, selain beberapa helai baju yang masih layak pakai. Sampai di ujung desa, Kenanga menyentuh pundak Alif. Ia menujuk ke arah kiri lalu kanan. Maksudnya, ia ingin berpisah dan mencari Cempaka sendirian saja. Namun, Alif tak mengizinkan. "Tidak. Jalan bersama saja kita banyak yang mati, apalagi kalau sendiri-sendiri." Membaca penolakan Alif, gadis itu langsung berjalan lebih dahulu. Sengaja Alif dan Ridwan memberikan waktu untuk Kenanga menyendiri. Mereka menjaga jarak, memperhatikan gadis bisu itu yang kini mudah lelah akibat terluka. Sejak putus hubungan dengan Datok Panglima, Kenanga tak kebal senjata lagi. "Perang sudah merenggut semua dari tangan kita, termasuk gadis itu." Alif d

