Kebohongan yang rapi

1488 Kata

Perubahan itu tidak datang tiba-tiba. Ia menyusup pelan, seperti udara dingin yang masuk lewat celah pintu tanpa suara. Pagi itu, Aksha terbangun lebih dulu. Tangannya meraih sisi ranjang—kosong. Kirana sudah bangun. Dari balik pintu kamar mandi, terdengar suara air mengalir. Aksha melirik jam. Masih pukul lima pagi. Biasanya, Kirana baru beranjak setengah jam kemudian. Biasanya. Saat Kirana keluar dengan pakaian rapi dan tas sudah tersampir di bahu, Aksha langsung bangkit. “Kamu berangkat sepagi ini?” tanyanya heran. “Iya. Hari ini mau siapin materi lebih awal,” jawab Kirana singkat, sambil merapikan jam tangannya. “Aku anterin,” kata Aksha refleks. Kirana berhenti sejenak. “Nggak usah, Mas. Aku bawa mobil sendiri aja.” Aksha mengernyit. “Kenapa? Kan biasanya—” “Aku pengin sen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN