Bab 26: Undangan Grup

1093 Kata
Ketika di dalam kamar, Mala mendengar riuh suara Sisy bersama Bik Minah yang menemani Julliant dan Clara di ruang tamu. "Katanya disuruh istirahat, tapi kok berisik!" gumam Mala ketus sambil menutup kepalanya dengan bantal, tapi suara riuh dari ruang tengah masih dia dengar, "Huh!" Mala mendengus kesal sembari meletakkan kembali bantal ke bawah kepalanya kemudian memutar tubuhnya bertengkurap. Ketika bertengkurap, Mala melihat smartphone-nya yang tergeletak di atas meja rias, "Main hp aja deh." Mala beranjak turun dari tempat tidur dan mengambil smartphone-nya kemudian ke tempat tidur untuk kembali bertengkurap. Mala menatap layar smartphone-nya dan melihat sebuah aplikasi permainan monopoli online yang waktu itu diberitahukan Sisy, "Nah, main ini aja deh," gumamnya seketika menekan aplikasi permainan monopoli online itu. Sebelum berhasil masuk ke dalam permainan, layar smartphone-nya malah menampilkan sebuah aplikasi chatting berwarna hijau, dan meminta Mala untuk mengkonfirmasi untuk masuk ke permainan online itu. "Sebentar deh..." Mala memusut dagunya sesaat, "Ini aplikasi chat yang kayak gimana sih?!" Mala mengerutkan kedua keningnya penasaran dengan aplikasi chatting berwarna hijau itu, "Coba buka deh." Mala pun membuka aplikasi hijau itu dan melihat-lihat fitur di dalamnya. Di dalam aplikasi hijau itu, Mala menemukan fitur beranda yang membuatnya melihat banyak video aransemen musik dari unggahan pengguna lain. "Wah, pas banget nih! Kebetulan aku kan, juga suka musik, hihi." Mala tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Mala menggeser-geser ibu jari kanannya pada layar smartphone menarik ke arah atas dan melihat-lihat video musik yang diunggah oleh pengguna lain pada aplikasi hijau itu. "Emm... Gimana kalau aku ikut unggah video pas aku nyanyi yah?!" pikir Mala sejenak, "Tapi, gimana kalau enggak ada yang suka?!" pikir Mala lagi kemudian menggeser ibu jari kanannya lagi pada layar smartphone untuk lanjut melihat-lihat video para seniman bernyanyi di beranda aplikasi hijaunya. Semakin lama Mala menonton video yang lewat di beranda aplikasi hijaunya, Ia semakin tertarik untuk mencoba mengunggah videonya ketika bernyanyi. Mala membuka aplikasi kamera dan bersiap untuk merekam dirinya sendiri, "Tapi, dandananku kok kayak orang yang dewasa banget sih?! Apa karena kamera hp-ku yang enggak bagus ya?!" gumam Mala ketika melihat gambar dirinya pada layar smartphone yang dia pegang, "Dandan dulu deh." Mala beranjak bangun kemudian duduk di depan meja rias yang ada di dalam kamarnya dan menatap wajahnya di cermin, "Ternyata kameraku enggak salah, mukaku kayak dewasa banget." Mala menekuk wajahnya kemudian mendengus kesal. Di sudut meja rias, Mala melihat sebuah ikat rambut dan kemudian mengambil ikat rambut itu, "Aku coba pake ini deh." Mala mengikatkannya pada rambutnya bergaya kuncir satu ke belakang, kemudian kembali menatap wajahnya di cermin. Mala memiringkan wajahnya ke arah kanan dan kiri, "Emangnya apa sih yang membuat mukaku jadi kayak lebih dewasa?!" gumam Mala heran, "Kayaknya, gara-gara make-up yang aku pake deh," pikir Mala, "Kalau aku hapus make-upnya gimana yah?" Mala meraih sebuah kapas dan sebuah botol berisi air pembersih make-up, kemudian menuangkan air pembersih ke atas kapas dan mengusapkannya ke wajahnya. "Nah, kalau begini kan kelihatan kalau aku masih muda," gumam Mala setelah melihat wajahnya yang bersih dari make-up, kemudian Ia terdiam sesaat. "Aku capek banget kalau setiap hari harus dandan, harus tetap kelihatan cantik, harus bersikap dewasa di depan mertua." Mala mendengus kesal, "Mau cantik gimanapun, Evant juga tetap jarang pulang, kan?!" Mala menyudutkan bibirnya ke arah kanan kemudian menghela nafas dan terdiam sejenak sambil menundukkan wajahnya. Mala mengangkat kepalanya dan kembali melihat wajahnya di cermin, "Aku juga bosan harus memakai gaun tiap malam." Mala mendengus, "Mending aku cobain baju sama celana yang waktu itu aku beli ah. Lagian, kalau kelamaan enggak dipake entar dimakan rayap." Mala beranjak berdiri kemudian berjalan menuju lemari pakaian dan membuka lemari itu, "Di mana kemarin aku taruh baju sama celana itu ya?!" gumam Mala mencari baju dan celana yang dia maksud, "Nah! Ini dia!" Mala mengambil selembar baju kaos berwarna hitam dan celana hot-pant berbahan denim dari dalam lemari pakaiannya, kemudian mengganti gaun panjang berwarna merah yang sekarang dia kenakan menjadi kaos hitam dengan celana hot-pant. Mala menghadap ke cermin besar yang ada pada lemari pakaiannya, "Nah, kalau begini, kan enak... Enggak musti pake gaun melulu. Entar dikira hantu kun-kun, hihi," gumam Mala tertawa lucu sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Mala mengambil smartphone-nya yang tergeletak di atas tempat tidur kemudian meletakkannya ke atas meja rias bersandar pada sebuah botol farfum agar smartphone-nya berdiri. "Aku set timer-nya dulu." Kemudian Mala perlahan melangkah mundur, lalu setelah kamera smartphonenya mulai merekam, Ia pun mulai menyanyikan salah satu lagu kesukaannya yang ber-genre pop sambil memegang sebuah botol farfum yang dia anggap sebagai sebuah mikrofon. Awalnya Mala sedikit gugup, tapi setelah memasuki lirik di bagian reff, Ia dengan lepas menyanyikan lagu itu sampai selesai. "Aku mau liat gimana aku nyanyi ah." Mala tersenyum tipis sambil melihat rekaman video ketika dia bernyanyi tadi, "Kayaknya udah layak untuk di-upload." Dengan percaya diri, Mala mengunggah videonya bernyanyi ke aplikasi berwarna hijau itu. Setelah selesai mengunggah video-nya, Mala kembali merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan kembali mengutak-atik aplikasi berwarna hijau. Mala mengusap ibu jari kanannya ke arah atas untuk kembali melihat-lihat video aransemen musik yang lewat di beranda aplikasi hijaunya. Mala menekan tombol 'Like' di setiap video musik yang dia tonton dan tak lupa memberikan komentar pada video itu. 'Wah! Suaranya bagus....!' Kalimat itulah yang dijadikan Mala sebagai komentar di setiap video yang telah ditontonnya. Ketika Mala sedang asyik menonton salah satu video dari seorang seniman yang cukup terkenal yang menyanyikan lagu yang sama seperti yang tadi dinyanyikan Mala, tiba-tiba terdengar dering khas dari aplikasi hijau itu yang menandakan bahwa sebuah pesan telah masuk. "Hah?! Ada yang nge-chat aku?!" gumam Mala heran kemudian memeriksa siapa yang mengirim pesan kepadanya, "Carolyn?!" gumam Mala lagi ketika melihat dan membaca nama pengguna yang tadi mengirimkan pesan padanya, "Dia kan, orang yang tadi aku tonton videonya...." Mala pun membuka pesan itu. "Suara kamu bagus banget." "Wah, ternyata dia muji suaraku, padahal belum juga satu jam aku nge-upload video-nya," gumam Mala tersenyum malu sambil menutup bibirnya dengan telapak tangan kirinya. Kemudian dua ibu jari Mala mulai mengetikkan pesan balasan kepada Carolyn. "Terima kasih. Suara kamu juga bagus, hihi," balas Mala. Kemudian Carolyn kembali mengirimkan pesan kepada Mala. "Kamu mau ikut gabung sama grup aku enggak?" "Emm, grup apa ya kalau boleh tau?" balas Mala. "Grup khusus penyanyi, di sana nanti kamu juga bakal ketemu banyak penyanyi yang suaranya keren-keren loh." "Wah! Beneran... Iya, aku ikut!" balas Mala seketika. "Sebentar ya, aku undang kamu dulu." Beberapa saat kemudian, terdengar bunyi notifikasi yang berbeda. Mala pun memeriksanya. Mala melihat sebuah undangan grup pada aplikasi hijau di layar smartphone-nya dan kemudian langsung menerima undangan grup itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN