"Emm ... te-terima ka-kasih," balasku terbata karena rasa kaget tak percaya. Tak mau berdusta, aku merasa terharu. "Yeay ... selamat ulang tahun, Bila." Tiba-tiba Elma datang. Gadis itu membentangkan kedua tangan. Dengan menahan senyum aku menghambur memeluknya. " Sekarang nikmati masakan suamimu. Dia pintar membuat appetizer, main course dan dessert. Sampai aneka kue dia pun jago," terang Elma menggebu. "Gak usah lebay gitu,El." Kembali Kak Sabiru melarang Elma memujinya. "Sekarang Bila makanlah!" Aku mengangguk. Pelan mulai kuiris daging sapi panggang itu. Sebelum masuk ke mulut, terlebih dulu kucium daging itu. Wangi juga. Benar-benar menggoda selera. Pelan mulai kukunyah. Elma tidak bohong. Masakan Kak Sabiru memang lezat. "Bagaimana enak kan?" tanya Elma dengan binar ceria. "Ya,"

