25. Amarah Sabiru

1529 Kata

Air mataku menganak sungai demi membaca surat dari Zayn. Kuciumi kertas putih beraroma parfum yang biasa dipakai Zayn itu. Wangi woody dari kayu bergoman terasa begitu menenangkan. Zayn. Kuteriakkan nama itu dalam hati. Berbagai kenangan indah bersama Zayn berkelebat di mata. Perlakuan manisnya yang amat perhatian membuat aku begitu merindukan dia. Teringat dalam setiap kali pertemuan, kami selalu berjanji satu sama lain untuk saling menyayangi dalam keadaan apapun. Untuk saling terbuka jika ada masalah. Berjanji untuk seia sekata dan saling setia. Namun, kenyataannya kini aku justru mengkhianati dia dengan menikahi Kak Sabiru. Hatiku menjerit lara teringat pengakuan jujur Zayn saat ia kembali pulang ke Medan dari mengantarkanku ke rumah ini. Zayn menyatakan dirinya begitu susah berjau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN