23. Kejutan Dari Sabiru

1350 Kata

Kekakuan hubunganku dengan Kak Sabiru semakin menjadi. Ucapan tajamku siang itu sepertinya masih menggores di hati pria bertubuh sedang itu. Sudah satu pekan kami tidak saling bertegur sapa. Kak Sabiru kembali menenggelamkan diri dalam pekerjaan. Selalu pulang telat dan melewatkan makan malam di rumah. Setelah itu dia akan mengurung diri di kamarnya yang dulu selama berjam-jam. Entah apa yang dilakukannya dengan laptop di kamar itu. Mungkin bekerja atau cuma sekadar bermain game, aku tak tahu dan tidak peduli. Lelaki itu akan masuk ke kamarku saat tengah malam untuk beristirahat. Pagi harinya Kak Sabiru juga tidak menyempatkan sarapan di rumah. Sudah telat, katanya. Seperti itu terus kelakuannya selama seminggu ini. Dan suasana kaku itu dirasakan oleh Ibu dan Paman. Sehingga Ibu menegu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN