22. Wanita Sahabat Sabiru

1094 Kata

Setelah menempuh perjalanan yang terasa menjemukan bagiku, sampailah kami di peraduan mungil ini. Kembali dengan cekatan Elma membimbingku berjalan. Padahal sudah ditolak halus agar tidak usah melakukan hal itu. Karena aku sudah merasa sehat dan bugar. Namun, gadis itu bersikeras menggandeng lenganku memasuki rumah. Ibu menyambut kami di pintu rumah dengan semringah. Senyum Ibu semakin lebar saat mendapat kecupan sayang dari Elma. Keduanya begitu akrab layaknya ibu dan anak. Seperti yang sudah-sudah, sikap ceria dan ceplas-ceplos Elma membuat suasana rumah menjadi hangat. "Tante masak apa?" tanya Elma begitu memasuki ruang tengah. "Belum bikin apa-apa. Tante baru nyampe rumah setengah jam yang lalu." "Ya udah aku bantuin, yuk! Lapar nih," ujar Elma sembari mendorong mesra tubuh Ibu men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN