13. Musibah

1049 Kata

Sepekan berjalan, Kamila dan suaminya diperbolehkan pulang. Namun, roman wajahnya tak tampak kebahagiaan. Hanya muram durja yang ia perlihatkan. Kamila benar-benar terpukul atas kehilangan calon bayinya. Wanita itu seperti kehilangan gairah hidup. Setiap hari melamun, lanjut menangis. Melihat itu tentu saja Kak Sabiru, Ibu, dan aku menjadi terenyuh. Kami selalu berupaya menghiburnya. "Mila, tak baik bersedih terus seperti ini. Ikhlaskan! Menangis setiap hari tidak lantas mengembalikan calon bayimu," nasihat Ibu pada Kamila. "Dari pada menangisi sesuatu yang telah tiada, lebih baik songsong masa depan. Hidup lebih sehat lagi. Program hamil lagi dan jangan lupa senantiasa berdoa pada Alloh agar lekas diberi pengganti, bila kamu bersungguh-sungguh niscaya Alloh pasti akan mendengarnya." Ib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN