Aku masuk ke ruko ini, mengikuti Krisna yang sudah berjalan duluan. Di lantai satu, dari penerangan yang seadanya terlihat kalau ini samacam salon saat siang hari, karena ada kursi khusus creambath, kursi-kursi yang berjejer di depan kaca, dan sebuah lemari besar berisi produk perawatan rambut. "Naek, Ka!" Ujar Krisna saat kami tiba di hadapan sebuah tangga. "Tempat siapa ini Kris?" Tanyaku. "Punya kakak gue, ngekost di sini biar murah, kakak gue juga jadi punya penghasilan tambahan hehehehe." Lantai atas tempat ini sangat khas laki-laki sekali. Agak berantakan, banyak abu rokok baik itu di asbak, gelas kosong ataupun piring kotor. "Sorry ya berantakan, gak pernah ada tamu." "Santai aja, udah sana selesaiin urusan lo." Kataku, Krisna mengangguk. "Duduk, Ka." Ucap Krisna, kini gilira

