"Gimana Mbak?" Tanya Trinity. Bukannya menjawab, aku melirik Satrio, ekspresi wajahnya terlihat serius. Mataku kembali ke Trinity yang panik. "Percaya aja udah lah, Dwika, capek kamu debat sama ego sendiri." Ujar Satrio. "Yaudah ayok." Kataku, dan tak lama Bran bergabung bersama kami. "Bran, anter mereka ke Dokter Eddy." "Abangnya gak ikut?" Tanya Trinity polos. Aku langsung mendecak sedangkan Satrio tersenyum lalu menggelengkan kepala. "Ayok, Mbak Dwika dan Trinity." Ajak Bran. "Makasi banyak ya Bang, kalo gak tau kaya gini, bisa mati muda aku, belom nikah pula ya ampun." Ucap Trinity terdengar tulus, Satrio pun mengangguk lalu melirik ke arahku sambil senyum meledek. "You should learn how to say thank you from your sister, Dwika." Aku melengos, menyusul Bran yang sudah tak berja

