14. Truth

1923 Kata

Aku buru-buru ke kantor, aku bangun tepat waktu, tapi mengurus Trinity dan Pram sekaligus membuatku kewalahan, untungnya semua kerjaanku sudah selesai, jadi aku bisa mengurangi rasa bersalahku karena telat datang. "Kenapa ngos-ngosan gitu, Ka?" Tanya Maria. "Lari tadi pas turun dari bis, gak enak kalo telat." "Gak bakal dihukum cambuk kali Ka, kalo cuma telat 5 menit." "Hehehe, iya sihh." "Gimana? Udah semua?" "Udah Ya, udah gue kirim Bu Sukma juga kok." "Oke good, Arman lagi ke Bu Sukma revisi kerjaan dia. Kita bisa santai-santai." "Santai?" "Lo belum liat jadwal? Astagaaa!" "Kenapa emang?" "Anaknya Pak Iskandar kan mau nikah, jadwal 2 minggu kosong. Karena pernikahannya pake upacara adat gitu. Kita-kita boleh libur, tapi yang kaya Bu Regina tetep kerja, dan dapet bonus gedee.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN