Aku menarik napas panjang ketika melihat Pram masuk ke dalam ruangan ini. Aku gak tahu kalau hari ini Pak Iskandar ada pertemuan di kantornya Pram. Ini hari pertamaku setelah cuti, jadi aku buta sementara mengenai jadwal-jadwal Pak Is. Aku menelan ludah ketika melihat Pram mendekat, ia tersenyum dan duduk di sampingku. "Kenapa kamu bisa di sini?" "Gak perlu tahu!" "Aku bisa cari tau." "Terserah!" "Siapa Ka?" Mas Arman yang duduk di sebelah kananku ikut nimbrung. "Kenalan, Mas." Jawabku kalem. Mas Arman mengangguk, lalu ia mengajakku mengobrol tentang bahan tulisan untuk acara setelah ini, aku mendengarkan semua arahannya hanya sebatas profesionalitas kerja, meskipun sesekali jarinya sepertinya sengaja menyentuh jari dan pergelangan tanganku. Ketika istirahat makan siang, Pram lang

