Aku menarik napas panjang ketika terbangun dari tidur. Melihat sekeliling, agak sedikit awkward karena ada Satrio tidur di sampingku. Aku bangkit dan duduk di kasur, menarik selimut sampai sebatas d**a lalu kembali mengedarkan pandangan ke kamar abu-abu ini. Sebenarnya aku nih di mana? Ke mana Satrio membawaku saat kami bebas dari orang-orangnya pak Iskandar? Dan bagaimana kondisi di luar sana mengingat semakin hari semakin mendekati tanggal eksekusi yang akan dilakukan oleh pak Iskandar dan kubunya. Kasur yang kududuki bergerak, aku langsung menoleh dan melihat Satrio yang terbangun. "Hey, kenapa?" Tanyanya lembut. "Pak Iskandar," Hanya itu yang keluar dari mulutku. Membuat Satrio langsung bangkit dan duduk di sebelahku, ia mendekat dan memeluk pinggangku, membuatku semakin canggung.

