20. Naluri

2402 Kata

Aku terbangun dalam sebuah kamar bercat abu-abu. Kepalaku sakit sekali, sementara pengelihatanku masih sedikit kabur. Mencoba memfokuskan mata, aku memandang sekitar. Pertama, aku melihat tanganku sendiri, ada jarum yang tersambung dengan selang infus yang tergantung di sisi kasur. Lalu pergelangan tanganku pun diperban. Kembali melihat sekeliling, pandanganku terhenti pada sebuah sosok yang duduk di sofa abu-abu berjarak dua meter dari tempatku, Satrio, dia ada di sana duduk bersandar di sofa, matanya terpejam, dengan tangan terlipat di d**a. Tentu aku tak melewatkan juga perban kecil di sudut matanya, juga di kedua pergelangan tangannya, sama sepertiku. Tuhan, apa yang sudah kulakukan? Kenapa aku harus terlibat semua ini? Dan aku sangat penasaran sekali, apa isi dari dokumen yang suda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN