Sudah 5 hari sejak aku menulis surat untuk Krisna, namun belum ada tanda-tanda perlawanan di luar sana. Padahal, Satrio bilang kalau semua pengikutnya sudah ia beritahu, dan beberapa yang lain juga sudah bersembunyi di tempat aman. "Ada berita?" Tiap hari, itu lah yang aku tanyakan pada Satrio dan ia hanya menggelengkan kepala, membuatku frustasi. Aku memilih ke belakang rumah, menghabiskan waktu dengan Bi Ipeh lebih mending ketimbang berdiam diri dengan Satrio. "Hay, Bi!" Sapaku, Bi Ipeh langsung menghentikan aktivitas memasaknya, ia tersenyum padaku. "Masak apa Bi?" "Bistik daging, sama tumis brokoli." "Aku bantu ya?" "Jangan, Non. Gak usah." "Gak apa, Bi. Saya bosen diem terus." Bi Ipeh akhirnya mengangguk. Aku mendekat, membantu apa yang belum dikerjakan oleh Bi Ipeh. Menu mas

