*FlashBack On*
Rania duduk bersama ke dua temannya, mereka begitu asyik membicarakan beberapa hal.
"Nia, kamu janji gak akan tinggalin kita kan?" tanya Dewi.
"Enggak! Aku gak akan tinggalin kalian, kita kan udah sahabatan dari kecil, aku gak mau jauh sama kalian."
"Aku juga, tapi kalau suatu saat kita berpisah gimana?" tanya Anggi.
"Kok kamu ngomong gitu sih Gi? Kamu emang mau tinggalin aku ya?"
Anggi dan Dewi hanya terdiam, persahabatan yang terbentuk
Sejak mereka kecil membuat Anggi, Rania, dan Dewi selalu bersama-sama. Suka dan duka sudah mereka lalui, masuk SMP Favorit pun adalah keinginan mereka bertiga, namun nyatanya Anggi dan Dewi harus pergi jauh meninggalkan Rania sendiri di sini.
"Kenapa kalian diam? Kita akan sama-sama terus kan? Itu janji kita sejak kecil."
"Maaf Nia, aku harus ngomong ini sekarang... Aku dan keluarga akan pindah ke Jerman, ini tuntutan pekerjaan dan kami akan menetap di sana selamanya." jawab Anggi memberitahu, ia bisa menebak raut wajah Rania yang terkejut.
"Apa? Pindah ke jerman?" sahut Rania tak percaya.
"Bukan cuma Anggi, keluarga aku pun begitu. Karna ayah kita satu perusahaan, aku juga harus pindah ke Jerman."
"Gimana dengan janji kita dulu? Kalian kan mau sama-sama terus? Kalian gak akan pergi ninggalin aku kan?" tanya Rania tak percaya.
"Maaf Nia..."
"Nia, kami minta maaf! Lupakan saja janji kita dulu, itu semua hanya perjanjian anak kecil."
"Kalian mudah sekali bicara seperti itu? Kalian tau aku sudah menganggap kalian layaknya keluarga?"
"Tolong mengerti lah Nia, ini juga bukan keinginan kami!"
"Ya udah kalau itu keinginan kalian, aku juga gak akan mempersulit! Terima kasih selama ini sudah mau berteman sama aku.
Rania berjalan menjauhi ke dua temannya itu, samar-samar terdengar Anggi membicarakan Rania di depan Dewi.
"Tuh liat sahabat kamu kayak gitu, bukannya mendukung kepindahan kita, emangnya kita yang pengen. Bagus kita pindah jadi gak perlu punya sahabat egois kayak dia!"
*FlashBack Off*
Rania duduk di balkon kamarnya, gadis itu mengingat-ingat kembali saat-saat kesedihannya di mulai.
Rania sejak dulu selalu berpindah-pindah rumah karna tuntutan pekerjaan orang tuanya, ia jadi tak memiliki begitu banyak teman, namun sejak ia menetap di kota ini Rania begitu bahagia bisa memiliki teman seperti Anggi dan Dewi.
Tapi nyatanya? Di saat Rania telah berharap lebih dengan persahabatannya itu, mereka malah menghancurkannya, pada saat itu Rania terlalu menggantungkan harapannya pada sahabatnya. Hingga akhirnya rasa kecewa lah yang Rania dapatkan.
"Apa kabar kalian? Pasti bahagia kan tanpa ada aku di sisi kalian?" gumam Rania memandangi langit-langit sore yang cerah, ia tak menyangka jika sebenarnya Anggi tak suka padanya.
"Apa salah aku sih Gi, sampe kamu bisa iri sama aku, padahal semua yang kamu mau selalu aku turutin. Tapi balasan kamu malah jelek-jelekin aku."
Rania menghabiskan waktunya hanya untuk duduk di balkon, ia menikmati kesendiriannya di sore itu di temani semilir angin dan kicauan burung-burung.