Beberapa minggu menghabiskan liburan di rumah orang tuanya membuat Naya tak sabar kembali ke kost. Ia tak sabar untuk segera kuliah dan bertemu teman-temannya. Yang paling utama sih tak sabar untuk bertemu Dean. Selama dia di rumah, Dean tak pernah absen mengiriminya pesan. Naya sempat terheran saat Dean yang biasanya sangat pelit dalam membalas pesan jadi cerewet. "Nayaaaa!" Sania berlari senang melihat Naya yang baru masuk ke ruang makan. Tas dan beberapa kantong kresek yang Naya pegang ia letakkan di lantai. Kemudian tangannya dibentangkan ubtuk membalas pelukan Sania. "Mbak Sania kok udah di sini?" "Iya, aku kan udah pulang dari kemarin. Gimana rumah? Aman?" "Aman, Mbak." Naya tertawa senang. "Eh, rambut kamu kok agak pendek?" "Iya, aku sengaja potong pas di rumah. Yang lain

