Dari tadi Dean sibuk menilik ponsel. Sejak pesannya yang meminta Naya berhati-hati di jalan, Naya belum mengirim pesan lagi. Jika dikira-kira, mungkin gadis itu hampir sampai. "Kembaliannya, Mas." "Makasih," ucap Dean pada kasir Indomaret langganannya itu. Dia lalu berjalan pulang ke kost. Begitu Dean masuk ke ruang tamu, suara Naya langsung membuatnya tersenyum. Dia melangkah sedikit cepat, lalu berhenti karena mendapati Naya sedang berpelukan dengan Sania. Sialan! Lihatlah bagaimana eratnya Naya memeluk Sania! Belum lagi senyum manisnya yang telah absen dari penglihatan Dean beberapa waktu lalu. Dean mendengus, merasa iri karena Sania bisa memeluk Naya sebebas itu. "Mas Bagus lagi pergi nggak tau ke mana, Dian lagi ke kampus, terus tuh Dean di situ." Sania menggerakkan daguny

