33. Tersenyum

1525 Kata

Komen> vote. Bagus bertepuk tangan saat band yang membawakan lagu menyelesaikan penampilannya. Ia lalu menunggu sang vokalis turun dan menghampirinya. "Tumben sendiri. Biasanya kan sama mbak pacar." Dean duduk di depan Bagus, lalu menenggak segelas es teh. "Ck! Vokalis kok minum es terus? Nanti serak nggak bisa nyanyi lagi, De." Dean hanya tersenyum sambil menggeleng kecil. Lalu bunyi ponsel di sakunya membuat Dean urung berbicara. "Sebentar, Mas," ucapnya seraya mengeluarkan benda pipih itu. Bagus hanya mengaduk coffee latte miliknya sambil mengamati Dean. Dilihat dari senyum yang ditujukan pada ponsel, Bagus bisa menebak untuk siapa Dean mengirim pesan. "Dedek Naya, ya?" "Apa sih, Mas?" Dean meletakkan ponsel setelah mengirim pesan pada Naya, sesuai dugaan Bagus. "Pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN