Malamnya setelah acara selesai, Naya diajak untuk makan malam bersama keluarga Dean. Tidak ramai, hanya Dean dan kedua orang tuanya yang bergabung di meja makan. Naya menatap Dean, lalu tersenyum saat melihat keadaan Dean yang jauh lebih baik. Dean ikut-ikutan tersenyum seperti Naya, lalu menaikkan alis. "Nama kamu siapa tadi? Om lupa," tanya Tegar, ayah Dean. "Naya, Om." "Naya?" Tegar mengerutkan kening seperti mengingat sesuatu. "Kenapa, Yah?" tanya Dewi sang istri. "Sepupu jauhnya Dean ada yang namanya Naya juga, kan? Anaknya adik sepupu kamu, tuh." "Anaknya Linda? Itu sih Nara, Yah." "Naya, deh. Ayah inget banget namanya Naya." "Anaknya tante Linda namanya Nada, Yah, Bun," ujar Dean memotong perdebatan kedua orang tuanya. Tegar dan Dewi hanya mangut-mangut. Maklum, m

