Sejuk! Itulah yang dirasakan oleh indera penciuman Aruna. Suasana vila yang asri, dengan berbagai tanaman bunga dan juga buah, belum lagi jalan setapak yang panjang menuju vila. Mewah tapi asri, itulah yang dirasakan oleh Aruna. Vila ini sangat besar, dengan dua lantai. Jiwa miskin Aruna meronta-ronta saat melihat beberapa tanaman sayuran yang tumbuh subur di sekitar vila itu. “Norak gak sih, kamu ini?” tanya Jasmine saat melihat Aruna yang seperti anak ayam yang baru keluar dari kandang. Aruna menatap Jasmine seraya tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih. “Maklum lah ya, aku kan emang tidak pernah melihat hal seperti ini, ini pertama kalinya aku melihat pemandangan sesegar ini. Rasanya aku tidak ingin pulang,” ucap Aruna seraya merentangkan kedua tangannya. Jasmine berdecak

