Aruna memandangi pantulan dirinya di cermin. Setelah selesai membersihkan diri, kini ia berada di depan cermin, memandangi seluruh tubuhnya. Mungil, pendek, tidak setinggi Jasmine dan tidak secantik Jasmine. Bahkan tidak secantik Sarah, pantas saja jika Jayden lebih memilih Sarah daripada dirinya. Helaan napas terdengar berat, Aruna mencoba kembali menyingkirkan perasaannya, seharusnya ia bersyukur karena bisa menikmati hal sekarang ini. Suara ketukan pintu mengagetkan dirinya, Aruna berjalan ke arah pintu dan membukanya. “Maaf Nyonya Muda, Tuan Besar memanggil Anda,” ucap salah satu pelayan yang memanggilnya. Aruna tersenyum dan mengangguk. ‘Nyonya Muda’ Aruna terkekeh mendengar panggilan pelayan tadi untuknya. Terdengar lucu, padahal dirinya hanya akan menyandang status tersebut satu

