Rasanya begitu asing, meski yang terlintas hanya beberapa minggu saja Kinan tidak dalam dekapan Rega. Namun ia sudah merasakan situasi yang asing dikala ia terbangun dengan wajah Rega yang ia lihat, juga tangan kekar yang melingkar di pinggangnya. Kinan diam, ia sengaja tidak membangunkan Rega yang tampaknya masih terlelap. Ini tidak malam, ini justru sore hari. Kinan pun baru menyadari begitu melihat jam dinding yang menunjukkan pukul lima sore. Kinan diam, ia mengisi waktu memikirkan hal yang sebenarnya sejak pertama kemunculan Tinna membuatnya penasaran, lalu tenggelam rasa penasaran itu tergantikan dengan kejadian yang tidak terduga. “Eunghhh…” Lenguhan dari Rega membuat Kinan menegang sejenak, terlebih Rega yang masih memejamkan matanya namun tangannya bergerak seperti dulu, ber

