Sang fajar masih sembunyi dibalik awan hitam, tidak hitam begitu pekat lebih ke abu-abu yang tetap saja menghalangi cahaya sang surya menyinari permukaan bumi. Seperti halnya, rumah Rega yang dikelilingi oleh hutan rimba, semakin menambah suasana yang begitu dingin karena sang fajar yang terlambat bangun menyebabkan sang embun enggan pergi lebih dulu. Hal itu dimanfaatkan oleh Bi Herna untuk menyelinap masuk ke dalam gudang, tempat dimana Kinan dikurung. Bi Herna masuk tidak hanya membawa tangan kosong melainkan beberapa makanan untuk mengisis perut Kinan yang kosong, mengingat peraturan yang ditetapkan Rega bahwa untuk memberikan gadis itu makanan harus melalui persetujuan dan atas izin Rega maupun Tinna, selaku sang kepala di rumah ini. Tidak masuk akal memang namun begitulah adanya, B

