Semuanya berjalan dengan lancar dengan Kinan yang masih terperangkap dengan persyaratan Tinna yang semakin hari memperlakukannya bukan sebagai manusia, keberadaan Kinan kini semakin asing, para pegawai hanya bisa saling berbisik di belakang Rega dengan ketakutan yang tak pernah bisa ia ungkapkan. Wajah Kinan benar-benar sudah rusuh dan tidak terawat, para pelayan saling bertukar tugas untuk memberikan makanan kepada Kinan. beruntung berkat kecerdasan para pegawai yang sebisa mungkin mengelabui Tinna dan Rega. Apa yang sebenarnya terjadi. Perihal memberikan makanan Kinan dengan makanan sisa adalah sesuatu hal yang benar-benar tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh para pegawai. Sampai usulan itu muncul dari mulut Tinna, yang tanpa dosa memerintahkan untuk memberikan makanan sisa kepad

