"Beberapa waktu lalu, emosimu sudah cukup baik. Kenapa sekarang terulang lagi kejadian lama?" bentak Ellena saat melihat David yang kurang berkonsentrasi. "Maaf." "Maaf tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik! Maaf juga tidak perlu terus diucapkan kalau tetap akan diulang lagi." David mengangguk dan kembali berlatih. Tetapi, Ellena menghentikannya. "Berlatihlah di ruang sebelah. Berlatih sendiri dan renungi kesalahanmu!" David mengambil tasnya dan beranjak tanpa menjawab dan hanya membungkuk hormat sebelum pergi. Ia tidak ingin menambah panjang perdebatan di antara dirinya dengan Ellena. "Kamu tetap dipantau!" ucap Ellena sebelum David benar-benar keluar. David akui, dirinya memang sulit sekali mengendalikan diri. Apalagi, semua hal begitu mencurigakan saat ini. Yang membuatn

