Perasaan David berkecamuk. Karena, terhitung sepuluh hari hingga hari ini Rubby tidak masuk sekolah. Atau lebih tepatnya semenjak David tahu luka-luka di lengannya. Sepulang sekolah, ia ingin menemui Rubby di ruang kesehatan. Tetapi, saat ia tiba di sana, petugas hari itu mengatakan kalau Rubby sudah pulang. Keesokan harinya, David mencoba menanyakan alamat rumah Rubby kepada pihak sekolah dengan tujuan untuk menjenguknya. Karena, ia sangat khawatir dengan kondisi Rubby. Namun, pihak sekolah tidak memberikannya dengan alasan privasi. Hanya orang yang bersangkutan saja yang berhak memberitahu di mana rumahnya. Hal itu tentu membuat pikiran David tidak tenang sama sekali. Terlebih, ia tidak memiliki kontak yang bisa dihubungi. Bahkan, ia sudah bertanya kepada siswi yang dirasa cukup dekat

