"Bagaimana persiapan ujianmu, Dave?" tanya sang ibu. "Begitulah. Siap tidak siap." Sang ibu hanya tertawa mendengar jawaban David. Sebenarnya, David tidak pernah tidak siap untuk apapun. Bahkan, setelah minggu lalu hasil evaluasinya kurang memuaskan, minggu berikutnya David sudah memperbaikinya. Bahkan, lebih baik dari yang dipikirkan oleh pelatihnya. Tetapi, tentu saja hal itu tidak serta merta membuat hidup David damai-damai saja. Ia masih tetap mendapat teror dari nomor yang sama dengan dalih meminta tolong. David sendiri semakin bingung. Apa memang benar gadis itu menghilang karena pergi atau ada yang sengaja menyembunyikannya. Tetapi, saat dirinya hendak menghubunginya, nomor itu selalu saja tidak aktif. Sedangkan, David sedang tidak bisa mencari tahu lebih banyak mengenai ini semu

