Antariksa merebahkan tubuhnya di pembaringan sembari mengingat kembali reaksi aneh yang Viona tunjukkan tadi. Tepatnya saat dirinya menyebut nama Aca sebagai pemanggil telepon. Awalnya Viona tampak biasa saja, tetapi satu detik kemudian mata wanita itu melebar dan dengan begitu kasar merebut ponsel yang ada di tangannya. Lalu, yang lebih membuat bingung lagi, Viona segera masuk ke kamarnya hanya untuk sekadar menjawab panggilan itu. "Temen kamu?" Pertanyaan yang Antariksa lontarkan saat Viona sudah kembali duduk di tempat semula dengan raut gelisah. Meski sudah ditutupi dengan senyuman, tetapi kegelisahan itu masih bisa terbaca. "Emm, kenalan, dia nanya-nanya soal nikahan tadi." Viona tidak berani menatap mata Antariksa saat mengatakan itu. Dan karena enggan menimbulkan ketidaknyamanan

