39. Firasat

1168 Kata

"Aku nggak bisa berkata-kata romantis, aku juga nggak jago ngegombal. Tapi tanpa kata-kata itu, aku harap kamu mau nerima aku apa adanya." Antariksa berlutut di depan Viona yang kini menunjukkan wajah datar. Laki-laki itu mengeluarkan kotak beledu merah yang sejak tadi disimpannya di saku jas biru yang dikenakannya saat ini. Musik dengan nada romantis mengalun begitu merdu saat Antariksa membuka kotak itu sembari menyorongkannya ke depan Viona yang masih tidak memunculkan ekspresi apa pun. "Walaupun perkenalan kita begitu singkat, tapi nggak tahu gimana caranya, aku yakin banget kalau kamu itu jodoh yang Tuhan kirim buat aku." Antariksa melempar senyum gugup. Ada sorot bahagia yang terselip di wajah tampan itu. Seperti tidak menyadari jika Viona tengah menunjukkan aura sebaliknya. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN