Wajah Viona sudah kembali menunjukkan aura seperti biasa. Seolah ekspresi yang tadi wanita itu tunjukkan tidak berarti apa-apa. Antariksa yang sebenarnya bingung pun memilih melupakan semuanya. Menikmati hari ini dengan pujaan hati. Antariksa hanya perlu membuat Viona nyaman saat berada di sampingnya. Dan laki-laki itu yakin, saat kenyamanan mulai menyusup di hati Viona, maka wanita yang dia harap akan menjadi pendamping hidup itu akan mulai berbagi kisah hidup tanpa perlu menutupi sesuatu. “Kemarin kan aku yang belanja, gimana kalau sekarang kamu?” celetuk Viona penuh semangat saat mereka sudah sampai di salah satu mal. Antariksa yang bingung dengan rencana itu hanya mengangkat alis sebagai isyarat tanya. “Kamu lagi butuh sesuatu nggak?” tanya Viona untuk memperjelas maksudnya. Ant

