22. Antariksa dan hati wanita

1247 Kata

“Duh, yang mau kencan,” cibir Reysa sembari berdiri di depan pintu kamar abangnya yang selalunya memang terbuka. Laki-laki itu terlihat tengah bersiul sembari menyisir rambut. Kaos panjang abu sudah melekat pas di badan Antariksa yang tidak kalah dengan bentuk badan model. “Nggak kuliah?” Antariksa melirik sang adik yang sudah terlihat rapi. “Ini lagi mau minta anter,” jawab gadis itu dengan cengiran andalan. Antariksa hanya berdecap lalu segera mengambil salah satu koleksi jam tangannya. Sembari memakainya, laki-laki itu berjalan ke luar. “Abang mau jalan sama siapa?” tanya Reysa dengan wajah penasaran. Antariksa yang sedang menutup pintu segera menoleh. “Coba tebak.” Reysa tampak berpikir, lalu menunjukkan senyuman licik. “Kalau bisa tebak mau dikasih berapa?” Antariksa yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN