21. Eyang Marisha

1133 Kata

Pukul satu malam Antariksa baru bisa meninggalkan Marsya karena salah satu teman wanita itu akhirnya datang. Tentu saja laki-laki dengan rambut yang sudah mulai memanjang itu bisa bernapas lega karena memang pembahasan terakhirnya dengan Marsya bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Marsya dalam mode serius dengan tatapan penuh harap adalah satu hal yang tidak Antariksa sukai. “Iya, ini Abang lagi pulang,” ujarnya pada seseorang yang ada di seberang telepon. Reysa menyampaikan mandat dari ibunya yang khawatir karena tadi melihat Antariksa keluar rumah dengan terburu-buru. “Tadi ada temen kecelakaan, jadi Abang nolong bentar.” Tentu saja nama Marsya tidak akan laki-laki itu sebut karena pasti akan menimbulkan kesalahpahaman. “Iya, iya, langsung pulang, baweeeel.” Meski sudah dewasa, tet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN